Nasab
Nama lengkapnya, Yahya bin Ma’in bin Aun bin Ziyad bin Bistham anak Abdurrahman.1 Bapaknya Main bin Aun. Al – Husain bin Fahm berkata, aku mendengar Yahya bin Main berkata, “Aku dilahirkan pada masa kekhalifahan Ja’far, diakhir tahun 158 H.” Yahya bin Ma’in wafat pada tahun 233 H.2 Sekitar umur 75 tahun.
Guru Dan Murid
Guru – guru Yahya bin Ma’in seperti, Ismail bin Ulyah, Jarir bin Abdul Hamid, Hammad bin Khalid al – Khiyath, Zakariya bin Yahya, Sa’id bin Abi Maryam al – Mishri, Sufyan bin Uyainah dan ulama lainnya.3 Adapun murid – muridnya seperti, al - Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ahmad bin Hanabil, Ibrahim bin Abdillah bin Junaid al – Khuttuly, Ahmad bin Ibrahim, Ahmad bin Hasan bin Abdul Jabar as – Shufi al – Kabir, Ahmad bin Abi al – Hiwari dan ulama lainnya.4
Penilaian Ulama
Penilaian ulama terhadap Yahya bin Ma’in, dari Abu Bakar al – Khatibi, menilai Ibnu Ma’in adalah seorang Imam, Alim, Hafizh, Tsabat dan Mutqin.5 Selain itu, di riwayatkan dari Ahmad bin Uqbah, Yahya bin Ma’in meninggalkan hadis apabila ada keraguan, karena khawatir dusta.6 Dengan demikian, penulis menyimpulan bahwa, hadis – hadis yang diriwayatkan Yahya bin Ma’in bisa diterima dan dipertanggung jawabkan.
Referensi :
1. Jamaluddin al-Mizzi, Tahzib al-Kamal, Jilid 31. Hal. 543
2. Jamaluddin al-Mizzi, Tahzib al-Kamal, Jilid 31. Hal. 566
3. Jamaluddin al-Mizzi, Tahzib al-Kamal, Jilid 31. Hal. 544
4. Jamaluddin al-Mizzi, Tahzib al-Kamal, Jilid 31. Hal. 546
5. Jamaluddin al-Mizzi, Tahzib al-Kamal, Jilid 31. Hal. 544
6. Ibnu Hajar al-Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib Fi Rijal al-Hadis, Jilid 4. Hal. 392