Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

[Eksklusif] Kajian Hadis Arbain: Hadis Ke 1: Segala Sesuatu Tergantung Pada Niat - Mushpih Kawakibil Hijaj

Kajian hadis arbain hadis ke 1
Kitab al-Arbain an-Nawawiyyah

Hadis Ke 1 : Segala Perbuatan Tergantung pada Niat

‌‌الحديث الأول: الأعمال بالنيات

عَنْ أمير المؤمنين أبي حفص عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ‌إِنَّمَا ‌الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ. رَوَاهُ إِمَامَا الْمُحَدِّثينَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ إسْمَاعِيلَ بْنِ إبْرَاهِيمَ بْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ بَرْدِزْبَهْ الْبُخَارِيُّ، وَأَبُو الْحُسَيْنِ مُسْلِمُ بْنُ الْحَجَّاجِ بْنِ مُسلِمٍ الْقُشَيْرِيُّ النَّيْسَابُورِي رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فِي "صَحِيحَيْهِمَا" اللَّذَيْنِ هُمَا أَصَحُّ الْكُتُبِ الْمُصَنَّفَةِ.[1]

Terjemahan:

            “Dari Amirul Mu’minin (pemimpin orang – orang beriman) Abi Hafsh Umar bin Khaththab r.a., berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya segala amal itu tergantung pada niat, dan sesungguhnya bagi setiap orang (akan menerima sesuai) apa yang diniatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasulnya. Maka hijrahnya (akan diterima) kepada Allah dan Rasulnya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diraihnya atau perempuan yang ingin ia nikahi. Maka hijrahnya (akan diterima) kepada apa yang ia berhijrah kepadanya.” Telah meriwayatkan hadis oleh  dua imam ahli hadis, yaitu Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Bukhari dan Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi an-Naisaburi radhiyallahuanhuma didalam kedua kitab shahihnya yang kedua kitab tersebut merupakan kitab paling shahih yang tersusun.”

            Hadis ini berisi informasi dari Rasulullah saw. tentang pentingnya meluruskan niat dalam segala amal. Karena sah atau tidak sahnya suatu amal bisa tergantung pada niat. Lebih umumnya, nilai dari suatu amal yang diniatkan oleh seorang muslim dapat tergantung pada niatnya. Dalam hadis dicontohkan melalui hijrahnya umat Islam di zaman Rasulullah saw. Hijrah adalah salah satu amal yang sangat bernilai, jika dilakukan dengan niat yang benar. Seseorang yang berhijrah dengan niat karena Allah dan rasulnya maka ia akan mendapatkan Allah dan rasulnya yakni bernilai ibadah yang berpahala besar. Namun jika seseorang tersebut hijrahnya karena dunia atau perempuan yang ingin dinikahi. Maka ia akan mendapatkan dunia dan perempuan itu, yakni sesuatu yang bernilai materi dan kehidupan duniawi. Dalam hadis ini jelas bisa kita pahami bahwa amal yang sama nilainya dapat berbeda karena adanya perbedaan niat.

Baca selengkapnya: DISINI!


[1] Imam Nawawi, al – Arba’un an – Nawawiyah, (t.t.: t.p., t.th.), h. 5. Disalin dari Maktabah Syamilah, tanggal terbit 4 Rajab 1440 H. 

[2] Abu al – Qasim at-Thabrani, al – Mu’jam al – Kabir li at - Thabrani, (Kairo : Maktabah Ibnu Taimiyah., t.th.), juz VI, h. 185. Disalin dari Maktabah Syamilah, tanggal terbit 8 Dzulhijjah 1431 H.

[3] Sayyid Bakri Utsman bin Muhammad Syatha ad-Dimyathi asy-Syafi’i, I’anah at-Thalibin, (t.t. : Dar al-Fikr., 1418 H/1997M), juz IV, h. 386. Disalin dari Maktabah Syamilah, tanggal terbit 8 Dzulhijjah 1431 H.

Memuat postingan...
Diberdayakan oleh Blogger.