![]() |
Materi Khutbah Idul Fitri. |
Jamaah idul fitri, yang semoga Allah senantiasa rahmati,
Idul fitri, hari yang datang penuh berkah ilahi, setelah sebulan kita menahan diri, berpuasa dan menjaga lisan serta hati nurani, akhirnya kita kembali suci, bagaikan kapas yang putih berseri, hati pun kembali bening bersemi.
Di pagi nan indah ini, takbir berkumandang memenuhi bumi, manusia dengan setulus hati, saling meminta maaf dan merajut kasih dalam harmoni.
Jamaah idul fitri, yang semoga Allah sanantiasa kasihi,
Hari raya idul fitri, adalah hari yang suci. Momentum kita saling memaafkan dari hati ke hati, bersama kita berusaha menyucikan diri, dari dosa dan kesalahan kepada Allah swt. yang maha tinggi. Tidak lupa kepada sesama manusia kita harus mawas diri, satu sama lain saling meminta maaf atas kesalahan baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Supaya kita tidak menjadi hamba yang merugi, karena kesalahan kepada sesama manusia yang belum terobati.
Baca Juga: [Cerpen] Hari Raya Di Kampung Halaman - Jean
Sabda nabi, yang diriwayatkan oleh imam muslim dari Qutaibah dan Ali:
إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ، وَصِيَامٍ، وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ.
Orang yang merugi, dari umat nabi, adalah orang yang datang pada hari kiamat nanti, dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat yang dapat menyucikan diri, namun sungguh sayang akan tetapi, selain itu ia juga datang dengan membawa dosa karena mencaci maki, dosa karena menuduh, memukul, mengambil harta orang lain, serta dosa karena melukai dan menyakiti, naudzubillahi min hadzihil a’mali (نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَعْمَالِ). Lantas kenapa orang itu merugi? Karena kebaikan yang ia miliki, akan diambil dan diberikan kepada orang yang telah ia zalimi. Ketika kebaikannya habis padahal kezalimannya belum terbayar lunasi, maka dosa orang-orang yang ia zalimi, akan ditimpakan kepadanya dan kemudian ia dihempaskan ke dalam neraka yang berapi-api, naudzubillahi min hadzihil ahwali (نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَحْوَالِ).
Dalam kitab al-Minhaj Syarah Shahih Muslim bin Hajjaj karya Imam an-Nawawi, juz ke 16 halaman 135 cetakan Darul Ihya at-Turats al-Arabi. Menjelaskan hadis ini:
أَنَّ هَذَا حَقِيقَةُ الْمُفْلِسِ وَأَمَّا مَنْ لَيْسَ لَهُ مَالٌ وَمَنْ قَلَّ مَالُهُ فَالنَّاسُ يُسَمُّونَهُ مُفْلِسًا وَلَيْسَ هُوَ حَقِيقَةُ الْمُفْلِسِ لِأَنَّ هَذَا أَمْرٌ يَزُولُ وَيَنْقَطِعُ بِمَوْتِهِ وَرُبَّمَا يَنْقَطِعُ بِيَسَارٍ يَحْصُلُ لَهُ بَعْدَ ذَلِكَ فِي حَيَاتِهِ .
Bisa kita pahami dari penjelasan ini, bahwa hakikat orang-orang yang merugi, adalah sebagaimana hadis nabi yang telah dibacakan tadi, bukan mereka yang kehilangan harta dan materi, sebab hal itu dapat terputus karena datangnya mati, atau dibukakannya kembali pintu kelapangan rezeki.
إِنَّمَا عُوقِبَ بِفِعْلِهِ وَوِزْرِهِ وَظُلْمِهِ
Mereka merugi, dihukum karena perbuatan, dosa dan kezoliminnya sendiri. Tambahan dari Al-Maziri, dalam kitab al-Kaukabul Wahhaj syarah Shahih Muslim bin Hajjaj juz ke 24 halaman 353 karya Syekh Muhammad Amin bin Abdullah al-Harari.
Baca Juga: Memakmurkan Masjid Dengan Menjaga Lisan (Materi Khutbah Jum'at)
Syekh Ali al-Qari, dalam kitab Mirqatul Mafatih Syarah Misykatul Mashabih juz ke 8 halaman 3.202 cetakan Darul Fikri, menjelaskan juga hadis ini:
وَفِيهِ إِشْعَارٌ بِأَنَّهُ لَا عَفْوَ وَلَا شَفَاعَةَ فِي حُقُوقِ الْعِبَادِ ila akhirihi..
Tidak ada ampunan dan pertolongan dari ilahi, bagi mereka yang menzolimi hak-hak seorang abdi. Kecuali atas kehendak Allah yang maha membalikkan hati, hamba terzolimi tersebut rela dan meridhoi.
Maka oleh sebab itu hadirin jamaah idul fitri, jangan sampai kita merugi, telah berpuasa dan beribadah satu bulan tapi ternodai, karena sebab iri dan dengki, serta berbuat kesalahan kepada sesama manusia baik yang sadar atau tidak kita sadari. Segera setelah ini, kita saling meminta maaf satu sama lain dengan sepenuh hati, berusaha menjaga kesucian diri, supaya kita tercatat sebagai hamba yang beruntung dan terpuji, serta suatu hari nanti, mendapatkan tempat terbaik di sisi rabbul izzati. Allah berfirman dalam kitab suci:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri, dan sungguh bagi yang menodai atau yang mengotori, adalah orang-orang yang merugi.
Baca Juga: Jejak Langkah Kehidupan Imam Bukhari
Jamaah idul fitri, yang semoga Allah senantiasa berkahi.
Meminta maaf sesama manusia adalah tanda kesadaran diri, dan memberikan maaf adalah tanda kerendahan hati.
قَالَ اللهُ تَعَالَى: خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
Jadilah pemaaf, perintahkan kepada yang ma’ruf dan orang-orang yang bodoh harus kita ingkari.
Dalam ayat lain yang dapat kita telusuri.
وَالَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Allah mencintai, orang-orang yang melakukan kebaikan dan amal terpuji, salah satu diantaranya adalah orang-orang yang memaafkan kesalahan manusia di kehidupan yang fana ini.
Baca Juga: Keutamaan Malam Lailatul Qadar Bisa Menghapus Dosa Besar (Materi Khutbah Jum'at)
Oleh karena itu, hadirin jamaah idul fitri.
Jadilah pemaaf. wahai insan sejati, kita berusaha hapuskan dendam, iri dan dengki, karena hidup bukan sekadar tentang diri sendiri, ada hak-hak manusia yang perlu kita hormati, Serulah kepada yang ma’ruf nan suci, terbarkan kebaikan di bumi ini, agar cahaya iman dan islam terus berseri, kita menjadi hamba yang terpuji, yang mendapatkan keberuntungan karena senantiasa rendah hati, memilih meminta dan memberikan maaf bukan memilih membenci, bersama kita jaga idul fitri, agar tetap suci!
اَللهُ أَكْبَرُ3× وَللهِ الْحَمْدُ
Buku kumpulan khutbah islam yang mungkin kamu suka:
![]() |
Buku Materi Khutbah Islam Singkat Berpola. |