![]() |
Opini Parfum, mitos dan realita. |
Parfum, Mitos, dan Realita
Oleh: Risma Nailul Muna
Pernah dengar mitos kalau ngasih parfum ke seseorang bisa bikin hubungan renggang atau bahkan berakhir? Katanya, aroma wangi yang diberikan justru membawa pergi orang yang kita sayangi. Tapi, apa benar begitu, atau ini cuma kebetulan yang terlalu sering terjadi?
Kalau ditarik ke sisi ilmiah, parfum itu bukan sekadar wewangian, tapi juga punya kaitan erat dengan memori dan emosi. Dalam psikologi, ada istilah _Proustian Memory_, yaitu fenomena di mana bau tertentu bisa memicu kenangan yang sangat kuat. Jadi, bisa jadi bukan parfumnya yang bikin hubungan renggang, tapi mungkin karena setiap kali si penerima mencium aromanya, ada perasaan tertentu yang muncul, bisa nostalgia, bisa trauma, atau bahkan pengingat akan sesuatu yang menyakitkan.
Dari sudut pandang sosial, hubungan manusia memang nggak ada yang abadi. People come and go nyata adanya, bukan?. Ada yang tetap tinggal, ada yang memang tugasnya cuma sebentar di hidup kita. Kalau suatu hubungan berakhir setelah pemberian parfum, mungkin memang sudah waktunya, bukan karena parfum itu sendiri.
Lagi pula, kalau mitos ini benar, industri parfum bisa bangkrut dong? Nyatanya, parfum tetap jadi hadiah favorit untuk pasangan, teman, atau bahkan keluarga. Lagipula, kalau sebuah hubungan benar-benar kuat, wangi apapun nggak akan bisa mengusir seseorang dari hidup kita. Jadi, percaya mitos atau enggak, pada akhirnya setiap orang memang punya masanya, dan setiap masa ada orangnya.
Baca Juga Opini Lain Di Penadiksi: