Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

[Puisi] Wangimu - Senjani

Puisi wangimu
Puisi wangimu.

WANGIMU


Di tepian senja yang meredup,

masih kuhirup bayangmu di udara.  

Jejak wangimu yang dulu lekat,

kini hanya bisu dalam kenangan.  


Aku mencarinya di embun pagi,

pada mawar yang mekar perlahan.  

Namun, tak satu pun yang sama,

tak ada yang mengulang hadirmu.  


Angin berbisik membawaku jauh,

menyusuri jalan yang pernah kita lalui.  

Tapi harum yang pernah kusinggahi,

tak lagi kudapati, tak lagi dapat kembali. 


Sesak, menghimpit dada yang rapuh,

seperti belati yang menari-nari di hati.  

Rindu menggeram, marah menggelegak,

perih mencabik, membakar memoar ingatan.  


Mengapa wangimu tak bisa kularung?  

Mengapa ia menempel di sela jiwaku?  

Aku membencinya, aku mendambanya,  

seperti api yang membakar diri sendiri.  


Ah, andai wangi itu bisa kulupakan,

atau kau bisa kembali…  

tapi takdir telah tertawa sinis,

Ha-ha-ha, rasakan kepedihan rindu ini,

_ucap takdir dengan gagahnya_

Dan kau meninggalkanku dalam aroma luka.~


-senjani, 

17 Feb, 5 years ago.

Baca Juga Puisi Lain Di Penadiksi:

Buku Puisi yang Mungkin Kamu Suka :

Buku Antologi Puisi Sejuta Harap Baru.

Jika kamu suka dengan puisinya, mohon bantuan untuk share✨ Supaya website ini berkembang dan bisa dibaca oleh banyak orang. Terimakasih✨.

Memuat postingan...
Diberdayakan oleh Blogger.